About
Masih belajar. Suka anak-anak. Suka Psikologi. Suka berbagi lewat tulisan. Sila dibaca :)
# August 18, 2012 / 4:56am // 6958 Notes
PROYEK KECIL-KECILAN :D
Satu alasan kenapa saya ketik judulnya pakai huruf kapital semua adalah…ya supaya menarik :D
Jadi apa sih proyeknya? Sederhana kok, saya punya ide untuk—selama seminggu—mengetik dan menulis hanya memakai bahasa Indonesia, baik di dalam maupun di luar jejaring sosial.
Sebenarnya ini proyek saya tujukan untuk saya sendiri, tapi sengaja saya umumkan di jejaring sosial, siapa tahu kan ada yang terinspirasi gitu ;) Dan saya mengajak kalian teman-teman untuk turut serta juga :D Nanti saya juga bakal mencantumkan fakta-fakta menarik seputar bahasa kebanggaan kita, bahasa Indonesia, di twitter saya @wulanwiwau atapun di facebook saya ;)
Kenapa sih bisa sampai ide kecil ini terbesit di pikiran saya? Ada dua stimulus yang membuat saya akhirnya berpikir “Bahasa Indonesia memang harus digalakkan lagi.”
Yang pertama, yaitu saat saya menemukan pengumuman lomba penulisan “Bahasa Indonesia dan Kita” di situs Kompasiana. Satu lagi saya temukan di salah satu halaman Facebook Bahasa Kita-Bahasa Indonesia.
Lantas? Ya, itu, dari situ lah muncul pikiran bahwa modern ini tampak sekali kalau Bahasa Indonesia semakin dinomorduakan, kelihatan kan banyak orang lebih menyukai bicara atau menulis menggunakan bahasa Inggris ketimbang bahasa ibunya sendiri. Bahasa Indonesia juga sering sekali dicampur-aduk dengan bahasa lain dalam aplikasinya, sah saja sih kalau yang lain mengerti, nah kalau malah jadinya bikin bingung? -__-
Jadi begitulah, itu dia latar belakang proyek kecil saya :) Untuk lebih mengapresiasi bahasa Indonesia, yuk gabung saya di proyek ini, mudah banget kok :D
# August 17, 2012 / 9:12am
Cute! Saya sarankan kalau kalian lagi galau nonton video ini aja, lucu banget! :*
Jadi saya lihat video ini pertama kali waktu di makul Anak Usia Dini. Senior saya (kalau tidak salah) waktu itu kebagian presentasi tentang perkembangan moral dan muncullah video uber cute ini.
Video ini bisa kita lihat melalui dua sudut pandang. Pertama, tentang perkembangan kontrol diri anak (lihat bagaimana mereka bisa bersabar) dan yang kedua yaitu tentang perkembangan moralnya, sebagian besar anak dalam video ini lebih memilih nurut, menunggu orang dewasanya kembali supaya diberi marshmallow lebih.
Jadi jangan salah, anak kecil juga bisa sabar lho :D
(kenapa jadi kayak nulis materi kuliah gini ya post-nya -__-)
# July 23, 2012 / 9:24pm // 1 Notes
~ self quote
# July 1, 2012 / 10:41pm
~ pengalaman
# June 13, 2012 / 10:10am
~ untuk kesayanganku.
# June 12, 2012 / 4:51pm
# June 10, 2012 / 3:06pm // 108796 Notes
Nemu link ini dari linimasa @AlandaKariza. Menarik :)
Bukan artikel panjang kok. Dilihat dari judulnya, kalian pasti bakal langsung menggerakkan jari kalian buat meng-klik link ini, teehee XD
(didapat dari @bakadesuyo)
# May 22, 2012 / 7:31pm
Renungan #bahagiaitusederhana
#bahagiaitusederhana
Tagar itu pasti akan terlihat dan terdengar sangat familier bagi penikmat linimasa Twitter di Indonesia. Termasuk saya.
Jujur, tagar itu pula yang sering menarik mata saya untuk melihat kata-kata apa yang mengikutinya, dari linimasa siapapun itu (dari orang-orang yang saya follow tentunya).
Sederhana. Kata-kata yang mengikuti selalu saya lihat sebagai sesuatu yang sederhana. Seperti misalnya seorang teman yang saya follow menulis di Twitter: ‘Mie rebus di kala malam #bahagiaitusederhana.’ ‘Tugas makalah selesai sudah #bahagiaitusederhana.’ Saya sendiri bahkan pernah menulis ‘Nutri Sari hangat #bahagiaitusederhana.’ Dan tulisan-tulisan lain seputar itu, tahu sendirilah kalian.
Dan baru saja terpikirkan oleh saya, bukannya bahagia memang seharusnya sederhana, ya? Bahagia tidak pernah menuntut sesuatu yang rumit. Pernah berpikir, tidak, kita itu bahagia sebenarnya karena kesederhanaan pola pikir kita terhadap suatu hal? Bertemu pacar, bertemu orang tua, makan seporsi siomay di siang hari selepas kuliah 3 SKS, tertawa karena suatu lelucon buatan sepasang sahabat. Serumit apapun situasi yang membuat kita bahagia, alasan yang keluar dari mulut kita jika kita ditanyakan alasannya pasti hanya satu kalimat, satu saja kalimat sederhana.
Sebaliknya, saat kita sedang mutung dilanda stres atau gelombang sedih, apa yang kita pikirkan? Berbagai macam prasangka, dugaan, hal-hal negatif yang padahal belum tentu bukan begitu adanya di dunia sesungguhnya. Iya, bukan? Ekspektasi yang kelewat rumit seringkali berujung pada tekanan, lalu ujungnya: sedih.
Sedangkan kebahagiaan tidak perlu ekspektasi tinggi, tidak perlu dugaan-dugaan, mungkin yang diperlukan hanyalah kemauan untuk melakukan dan menjalankan sesuatu apa adanya, sesuai kadar kita. Kebahagiaan itu sederhana, kelewat sederhana malah, jadi tidak heran kalau kita sering melewatkannya. Kebahagiaan juga sebagian bersifat subjektif, berbeda satu sama lain, jangan mencibir jika kebahagiaan orang lain menurut kita itu bukan seberapa. Berempatilah, niscaya kebahagiaan sederhana itu juga akan tertular pada kita :)
Bahagia itu betul-betul sederhana, satu jam yang lalu saya baru menduga-duga hal ini, betulkah sederhana? Ternyata benar, bahagia itu sederhana, bisa juga berlaku sederhana itu bahagia. Karena bahagia sejatinya tidak pernah memaksakan sesuatu yang rumit, malah kadangkala tanpa alasan :)
Seperti misalnya sekarang, saya yang baru saja menuangkan isi pikiran saya ini #bahagiaitusederhana :)
# May 22, 2012 / 6:18pm // 2 Notes
Selamat Tanggal 21 April!
“Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangan para perempuan tangguh: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.”
-surat RA Kartini ke Prof Anton di Belanda tahun 1902-
(via Sabhrina Gita Aninta)
# April 21, 2012 / 6:24pm // 8 Notes

