About

Masih belajar. Suka anak-anak. Suka Psikologi. Suka berbagi lewat tulisan. Sila dibaca :)

Renungan #bahagiaitusederhana

#bahagiaitusederhana

Tagar itu pasti akan terlihat dan terdengar sangat familier bagi penikmat linimasa Twitter di Indonesia. Termasuk saya.

Jujur, tagar itu pula yang sering menarik mata saya untuk melihat kata-kata apa yang mengikutinya, dari linimasa siapapun itu (dari orang-orang yang saya follow tentunya).

Sederhana. Kata-kata yang mengikuti selalu saya lihat sebagai sesuatu yang sederhana. Seperti misalnya seorang teman yang saya follow menulis di Twitter: ‘Mie rebus di kala malam #bahagiaitusederhana.’ ‘Tugas makalah selesai sudah #bahagiaitusederhana.’ Saya sendiri bahkan pernah menulis ‘Nutri Sari hangat #bahagiaitusederhana.’ Dan tulisan-tulisan lain seputar itu, tahu sendirilah kalian.

Dan baru saja terpikirkan oleh saya, bukannya bahagia memang seharusnya sederhana, ya? Bahagia tidak pernah menuntut sesuatu yang rumit. Pernah berpikir, tidak, kita itu bahagia sebenarnya karena kesederhanaan pola pikir kita terhadap suatu hal? Bertemu pacar, bertemu orang tua, makan seporsi siomay di siang hari selepas kuliah 3 SKS, tertawa karena suatu lelucon buatan sepasang sahabat. Serumit apapun situasi yang membuat kita bahagia, alasan yang keluar dari mulut kita jika kita ditanyakan alasannya pasti hanya satu kalimat, satu saja kalimat sederhana.

Sebaliknya, saat kita sedang mutung dilanda stres atau gelombang sedih, apa yang kita pikirkan? Berbagai macam prasangka, dugaan, hal-hal negatif yang padahal belum tentu bukan begitu adanya di dunia sesungguhnya. Iya, bukan? Ekspektasi yang kelewat rumit seringkali berujung pada tekanan, lalu ujungnya: sedih.

Sedangkan kebahagiaan tidak perlu ekspektasi tinggi, tidak perlu dugaan-dugaan, mungkin yang diperlukan hanyalah kemauan untuk melakukan dan menjalankan sesuatu apa adanya, sesuai kadar kita. Kebahagiaan itu sederhana, kelewat sederhana malah, jadi tidak heran kalau kita sering melewatkannya. Kebahagiaan juga sebagian bersifat subjektif, berbeda satu sama lain, jangan mencibir jika kebahagiaan orang lain menurut kita itu bukan seberapa. Berempatilah, niscaya kebahagiaan sederhana itu juga akan tertular pada kita :)

Bahagia itu betul-betul sederhana, satu jam yang lalu saya baru menduga-duga hal ini, betulkah sederhana? Ternyata benar, bahagia itu sederhana, bisa juga berlaku sederhana itu bahagia. Karena bahagia sejatinya tidak pernah memaksakan sesuatu yang rumit, malah kadangkala tanpa alasan :)

Seperti misalnya sekarang, saya yang baru saja menuangkan isi pikiran saya ini #bahagiaitusederhana :)

justsayingpsikologi Text post # May 22, 2012 / 6:18pm // 2 Notes

  1. putrighaida reblogged this from dwiwulandari
  2. dwiwulandari posted this

Newspeak theme by Diana